5 Alasan Berhenti "Membully" Si Jomblo!
Urusan pasangan hidup merupakan rahasia Tuhan, tidak bisa ditebak kapan datangnya. Ada yang mudah menemukan jodohnya, sedangkan yang lain, harus berjibaku terlebih dahulu dengan patah hati atau menjadi penjaga jodoh orang sebelum berakhir di kursi pelaminan.
Ada berbagai alasan ketika seseorang memilih untuk belum menikah pada usia dini. Namun, lingkungannya terkadang tidak memiliki cara pandang seperti halnya mereka. Jika sudah memasuki usia 20-an, maka wajib menikah apapun kondisinya.
Tidak dipungkiri, tuntutan menikah bukan hanya berasal dari keluarga saja, tetapi dari teman di lingkungan tempat tinggal, rekan kerja atau pun dari orang-orang yang ditemui secara tidak disengaja, padahal tidak saling kenal.
Sebelum lebih jauh menyakiti hati para jomblo karena statusnya, berikut 5 alasan yang perlu kalian ketahui agar tidak berlebihan mem-bully mereka.
1. Mereka Punya Kriteria Tersendiri
Pernikahan itu hal yang sakral. Bukan cuma urusan mantap-mantap saja. Ada komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab yang dipertaruhkan di sana. Mengucapkan janji suci di depan pendeta atau penghulu, dan juga Tuhan sebagai saksi agungnya, maka hal tersebut harus dipertanggungjawabkan pada setiap pasang mata yang menyaksikan ikrar itu digaungkan. Apa jadinya jika pernikahannya tidak bertahan lama? Horor 'kan?
Ada ungkapan, "Lebih baik telat menikah, daripada memaksakan dan gagal di tengah jalan." Ungkapan itu mengisyarakatkan bahwa mereka yang masih bersolo karier (jomblo) mempunyai kriteria tersendiri dalam memilih pasangan hidup. Biarkan saja jika sampai saat ini mereka masih terlihat bebas menjalani hidup tanpa seseorang dalam gandengannya, mungkin saja belum ada yang sesuai dengan list kriterianya.
So, berhentilah menuntut mereka dengan ekspektasi yang berlebihan. Mungkin juga, selera kalian yang terlalu rendah sehingga sulit memahami cara berpikir mereka. :D
2. Mereka Punya Hak Untuk Hidup Semaunya Mereka
"Saudara, Bukan! Keluarga, Apalagi! tapi bisanya ngatur-ngatur". Nah lho! Sakit hati kan kalau dibilang seperti itu?
Boleh saja berikan perhatian, namun harus diingat bahwa ada hal-hal privasi yang harus dihargai. Walalupun sudah akrab, tetapi tidak dengan seenaknya saja memberikan komentar, mengarahkan atau mengatur kehidupan orang lain.
Seperti halnya kalian, mereka juga punya hak untuk menikmati hidup semaunya, lho!. Bangun kesiangan, traveling, menghabiskan uang untuk hobi dan lain sebagainya. Toh, semua kegiatan yang dilakukannya menggunakan uang dari hasil kerja keras mereka kan? Bukan hasil pinjaman dari tabungan kalian.
Justru dengan berperan sebagai pengatur kehidupan mereka secara berlebihan, akan menjadikan kalian dibenci dan menjadi pribadi yang membosankan.
3. Mungkin Mereka Masih Ingin Meniti Karier
Harus disadari bahwa tidak semua orang ingin menikah di usia muda. Ada yang memutuskan untuk melepas masa lajang jika sudah mendapatkan pekerjaan yang mapan, sebagai syarat untuk meyakinkan calon mertuanya. Mungkin juga itu sebagai sinyal ke pasangan mereka agar tidak perlu kuatir lagi dengan urusan finansial.
Baca Juga : Tuhan, Jodohku Diatur Warga +62!
Ada juga tipe orang yang tidak ingin kariernya mentok karena urusan cinta. Masih ingin mengejar jabatan tertentu, masih berambisi melakukan pekerjaan yang memacu adrenalin, dan konsentrasi penuh tanpa terbebani dengan seseorang yang sedang menanti kabar. Masih Ingin melanjutkan pendidikannya sebelum dipusingkan dengan mengurus popok anak.
Tidak usah resah jika mereka masih semangat meniti karier atau kuliah lagi, karena semua itu dilakukan untuk masa depan keluarganya juga. Tidak perlu menasehati dengan kalimat, "Berkat Tuhan selalu ada saja setelah menikah", karena beda orang, pasti beda pemikirannya, dan juga beda berkatnya.
4. Perjalanan Cinta Setiap Orang Berbeda
Kita hanya tau kehidupan seseorang dari apa yang dilihat, namun tidak dengan hati, masa lalu, dan apa yang telah mereka korbankan di belakang sana. Berhentilah berpikir kalau siklus hidup semua orang sama sejak lahir hingga menjadi debu.
Mengingatkan seseorang karena tetangga atau siapapun yang sudah melangkah ke pelaminan bukanlah hal bijak, itu bukan ukuran untuk ikut-ikutan menikah, karena setiap orang tercipta dengan takdir dan perjalanan cinta yang berbeda. Mungkin saja ada nama seseorang yang sedang mereka doakan dalam setiap sujudnya, atau mereka sedang berjuang untuk bangkit dari patah hati setelah dikhianati.
Jika mereka sedang dalam fase move on, biarkan mereka memulihkan hatinya sebelum memutuskan untuk memilih seseorang yang tepat. Siklus move on setiap orang pun berbeda, begitu juga dengan proses jatuh cintanya.
Bagi yang hobi jatuh cinta takkan membutuhkan waktu lama untuk kembali menggandeng tangan seseorang. Namun bagi mereka yang susah bangkit dari patah hati dan tidak gampang jatuh cinta, membutuhkan waku lama untuk mempercayakan hatinya lagi pada orang baru.
Biasakanlah berpikir bahwa setiap orang berbeda dalam segala urusan, apalagi yang menyangkut hati dan logika.
5. Ingat Hubungan Sebab Akibat
Sebagian orang Indonesia ketika sudah menikah merasa dan berpikir kehidupan mereka sudah sempurna. Menikah adalah pencapaian terbesar, sehingga mereka terobsesi untuk mengatur kehidupan pribadi teman, tetangga dan entah siapa pun itu yang masih setia "menyendiri". Ooo.. tidak semudah itu warga +62!. :D
Ketika timbul keinginan untuk mengurus kehidupan orang lain, maka sadarilah bahwa kehidupan ini menawarkan dan menerapkan hukum timbal balik, Kalian pun bisa menjadi bahan ghibah orang lain, terlepas dari suka dan tidaknya.
Jika mereka yang masih single bisa menahan diri untuk tidak memasuki kehidupan seseorang yang sudah menikah, kenapa kalian tidak bisa menjaga "lidah dan hati" untuk tidak menyakiti mereka? Seharusnya kalian yang lebih dulu menikah menunjukkan sikap lebih dewasa dan menjadi contoh bagi para pencari jodoh tersebut. :)
Setelah membaca lima alasan tadi, masih niat untuk membully para jomblo? atau kalian makin termotivasi untuk merendahkan mereka? Jika kalian masih berniat untuk meneruskan perundungan pada mereka, maka harus dicek lagi kualitas hati dan pikiran kalian, mungkin saja sebagiannya sudah rusak tergerus keegoisan dan nafsu jahat. :D
Jadilah pribadi yang menyenangkan bagi setiap orang! :)
Comments
Post a Comment