Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Akar Cinta - Jalur Pendakian G. Prau via Dieng

Hai kamu, apa kabarmu di sana?
Maaf jika tulisanku sering mengusik bahagiamu.
Aku janji takkan mengingatkanmu tentang kenangan kita, karena kita sudah sepakat bahwa itu telah berlalu, walaupun separuh dari kenangan manis itu susah untuk kuhapus.

Kamu, yang dulu pernah kusayang..
Maaf jika sering kudatangi dirimu dengan tulisan seperti ini, aku tidak akan menghakimimu dengan tulisanku, karena sudah cukup bagiku menyiksa diri ini dengan segala kepahitan, kekecewaan, yang semua itu memenjarakan, membelengguku untuk terus hidup di masa lalu, dan aku dibuat tersiksa oleh itu!.

Sejenak melihat ke belakang, aku meratapi hubungan kita yang harus berakhir. Aku menyesali keputusan yang pernah kubuat untuk mencintaimu, namun, aku sadar, aku yang memilihmu, dan aku juga harus siap menanggung setiap konsekuensinya.

Kamu benar, aku bisa memberikan kenyaman, tapi sayang, kita berbeda. Seperti katamu, seandainya kita "sama", mungkin hubungan kita tidak akan seperti ini. Ada tembok penghalang yang tinggi, yang harus kita robohkan, namun ada harga yang harus dibayar mahal.

Baca Juga : Halusinasi

Kamu dan hubungan kita yg telah berakhir banyak mengajariku hal baru. Menunggu cinta sejati tanpa terburu-buru mempercayakan hati ini padanya, belajar menjadi setia dan memegang janji yang kuucapkan, berkorban tanpa menuntut balas, memberikan perhatian yang tulus walaupun tidak dianggap, saling menghargai pendapat dan keputusan masing-masing, dan yang lebih penting yaitu mencintai rasa sakit. Kamu memberiku kesempatan baru untuk bertumbuh dalam kehidupan cinta yang lebih baik dan menggenggam asa yang hampir sirna dari diriku akan masa depan. 

Ya, aku belajar bahwa melepasmu pergi dengan pilihanmu adalah satu anugerah buatku. Maafkanku yang selalu mengabaikanmu setelah kita bukan lagi bersama.

Lelaki yang pernah mencintaimu!

Comments