Posts

Showing posts from September, 2019

Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Image
Akar Cinta - Jalur Pendakian G. Prau via Dieng Hai kamu, apa kabarmu di sana? Maaf jika tulisanku sering mengusik bahagiamu. Aku janji takkan mengingatkanmu tentang kenangan kita, karena kita sudah sepakat bahwa itu telah berlalu, walaupun separuh dari kenangan manis itu susah untuk kuhapus. Kamu, yang dulu pernah kusayang.. Maaf jika sering kudatangi dirimu dengan tulisan seperti ini, aku tidak akan menghakimimu dengan tulisanku, karena sudah cukup bagiku menyiksa diri ini dengan segala kepahitan, kekecewaan, yang semua itu memenjarakan, membelengguku untuk terus hidup di masa lalu, dan aku dibuat tersiksa oleh itu!. Sejenak melihat ke belakang, aku meratapi hubungan kita yang harus berakhir. Aku menyesali keputusan yang pernah kubuat untuk mencintaimu, namun, aku sadar, aku yang memilihmu, dan aku juga harus siap menanggung setiap konsekuensinya. Kamu benar, aku bisa memberikan kenyaman, tapi sayang, kita berbeda. Seperti katamu, seandainya kita "sama", mungk...

Merindumu..

Image
TUHAN, a pa kabar-MU? KAU tidak sedang sibuk kan? Aku harap, KAU mau sempatkan waktu-MU untuk mendengar curhatku, sebentaa..aar saja, ini takkan menyita kesibukkan-MU :) TUHAN, Hari ini, aku begitu merindunya. Walaupun dengan kesehatan yang sedikit terganggu, aku sempatkan bangun lebih awal untuk menyapanya, karena aku tak ingin dia berprasangka buruk terhadapku.  Maaf aku harus jujur tentang ini, bukankah  akan lebih menyakitkan  jika kus embunyikan perasaan ini??? ;) TUHAN, Aku masih menantinya hingga sekarang, sengaja kusibukkan diriku dengan kerjaanku yang tak seberapa nilainya. Namun, itu tak cukup untuk mengelabui pikiranku padanya. Dia terlalu sibuk untuk diganggu. Tak apa, bukan cuma diriku yang merindunya :( TUHAN, Bisakah kuminta bantuan-MU ?? tolong bisikkan pada-nya bahwa ada seseorang, ya, lelaki ini merindukannya, tetapi jangan ganggu kesibukannya jika KAU dapati dia sedang bekerja. Aku tak ingin menjadi penyebab terganggunya pekerjaan yang sed...

Aku (yang sedang) memperjuangkanmu

Image
@Taman Siring, Banjarmasin - Kalsel Hai kamu, apa kabarnya? Mungkin saat ini kamu sedang sibuk sampai tidak sempat membaca apalagi membalas chat-ku. Maaf bila selalu mengganggu sibukmu. Ya, kuharus lebih memahami kesibukanmu, apalagi saat ini kamu sedang bersama keluargamu. Mereka lebih membutuhkanmu. Rindukah kau denganku??? Tidak usah dijawab, aku tidak ingin mendapatkan jawabannya, aku hanya bisa berdoa semoga Sang Pencipta Cinta cepat mempertemukan kita atau setidaknya memperpendek jarak ini. Kamu tau, kadang aku merasa iri dan cemburu dengan teman-temanku yang selalu pergi bersama dengan kekasih mereka setiap waktu, sedang aku hanya berdiam diri di rumah dengan rindu yang semakin menumpuk. Oyaa, s ebenarnya aku sedang mempersiapkan tabungan untuk masa depan kita karena aku tidak mau mengecewakanmu dan keluargamu karena memiliki seorang lelaki yang tidak bermodal!. Iya, ini  bukan urusan satu atau dua hari tapi seumur hidup. Bukan antara aku dan kamu...

Satu Jam Empat Puluh Lima Menit

Image
Jam dinding yang terpajang di sebelah kanan altar utama menunjukkan pukul 6.50, berarti 10 menit lagi kebaktiannya dimulai. Sambil menunggu, saya putuskan untuk membaca liturgi pra Paskah yang dibagikan oleh User. Baru sekejap membacanya, seorang gadis mengagetkan saya, "Shallom.." Katanya sambil tersenyum. Saya membalas senyuman dan ucapan yang sama lalu sedikit bergeser ke belakang untuk memberinya ruang agar dapat menduduki kursi di sebelah saya. Gadis itu langsung menutup mata sebentar dan berdoa seperti yang sering saya dan orang2 lakukan ketika memasuki ruang kebaktian. "Kezya. Kamu?" "Syani" "Kamu jemaat di gereja sini?"  "Tidak, saya jemaat tamu. Saya memilih beribadat di sini karena jam kebaktiannya lebih awal. Kalau kamu?" Jelas saya kemudian balik bertanya. "Samalah kita, jemaat tamu. Kebetulan saya dan teman2 ada kegiatan dekat sini jadi saya ikut kebaktian di gereja ini." ...

Kenapa Harus Buku?

Image
Gunung Prau - Jawa Tengah Apa yang sering kalian bawa ketika bepergian (traveling)? saya secara pribadi lebih memilih membawa buku. Ada beberapa alasan kenapa saya memilih buku ; Buku tidak pernah menjudge kesalahan seseorang (Iya-lah, kan tidak punya mulut wkwk..) Eh, bukan itu maksudnya, tapi tidak ada yang marah-marah ketika kita pengen berdiam diri, tidur ato dengar musik Buku tidak pernah mem-bully dengan menanyakan, "Siapa gandenganmu?". Kebayang kan kalo saat traveling dengan orang yang suka mengurus kehidupan privasi orang lain. Niat traveling untuk bikin fresh otak, eh, malah jadi jenuh, garing. Penghibur dan pengingat terbaik. Pernah kan, merasakan bagaimana hatimu diacak-acak oleh novel yang benar-benar sesuai dengan kehidupanmu? baper, bahagia, dan sedih, semuanya campur aduk Mengajarkan untuk berpikir lebih dewasa dan terbuka. Setiap buku membawa beribu pesan. semakin banyak kita membaca maka akan merubah cara berpikir kita, dari yang kolot menjadi ...

Kontroversi Hati

Image
Ini adalah hari kesekian aku tanpa dirimu. Aku bisa merasakan bahwa kamu bahagia berada di sana dari c eritamu tentang keluarga, lingkungan dan juga suasana liburanmu.  Di sini, aku masih bergelut dengan perasaan yang gundah gulana, rindu yang tak berujung dan sedih yang tak karuan. Aghh, aku terlalu melebih-lebihkan perasaan ini.  Rasanya hari ini terlalu lama untuk berlalu, seakan mereka ingin menyiksaku dengan perasaan-perasaan yang semakin hari semakin tidak berpihak padaku. Aku benci memikirkannya. Oyaa, tadi aku bertemu sepasang kekasih, mereka jalan bersama, bergandengan tangan, dan tidak menghiraukan keberadaanku di sana. Aku berpikir sejenak, apakah kita akan sama seperti mereka?? Entah! Mungkin! Pasti. Suatu saat nanti! Aku mulai labil memutuskannya atau aku yang mulai ragu untuk membenarkannya?? Tidak, aku tidak labil. Aku hanya sedang meluruskan perasaanku tentang hubungan kita.  Cintaku masih terus bertumbuh untukmu,...

Terlatih Untuk Terluka

Bodohkah bila kumemperjuangkanmu, setengah mati mencintaimu? Merindu adamu saat diri ini tak dianggap. Ya, kau boleh bilang aku gila, tapi takkan kubiarkan rasa ini terpendam, sedang diam-diam membunuhku. Tak apa bila rasa ini tak berbalas, aku sudah terlatih untuk mencinta dengan cara demikian, hati ini pun takkan merintih, meratap, memelas, memaksamu untuk mencintaiku !

Persimpangan

Hai TUHAN, apa kabr-MU hari ini??? oyaa.. apakah di tempat-MU juga sedang musim kemarau? Mataku sudah tak kuat lagi menahan kantuk tapi ada yang ingin kutanyakan pada-MU. Aku tak bisa tidur jika sedang memikirkan sesuatu. Hmm, TUHAN, apakah KAU pernah membuat suatu hal di luar kehendak-MU, yang sbenarnya tak ingin KAU lakukan??? itu yang kualami, yang kulakukan. TUHAN, a pakah aku terlihat terlalu melankolis, lemah menjalani hidup? Baru sebentar kubuat keputusan, tetapi sesaat kemudian aku merevisinya. Aku labil. Sedikit membela diri, ini berkaitan dengan ajaran-MU, tentang KASIH, PENGAMPUNAN, PEDULI. Ya, kadang aku berpikir bahwa tidak salah jika kuabaikan sebentar ajran-MU, dengan alih-alih, orang lain pun melakukan hal yang sama padaku, bahkan tanpa ampun, mereka tidak memikirkan apa yang kurasa. Namun, baru setengah perjalanan kuabaikan itu semua (ajaran-MU), aku merasa bersalah, ada sesuatu dalam diri ini yang menuduhku sebagai pecundang, bodoh. Aku menyesal TUHAN. Tak...