Posts

Showing posts from July, 2020

Risalah Merindu

Katamu, aku tak pandai merindu, juga egois, membiarkan dirimu dilanda kangen, juga tak membalas perhatianmu. Anggap saja kau benar, ku tak ingin ada perdebatan tentang itu. Lagi pula, setiap alasanku takkan mampu meredakan bantahanmu Sejujurnya, aku merindumu, selalu. tapi aku terlalu malu untuk mengatakannya. aku lebih suka memakai metafora atau diksi untuk menerjemahkan rinduku. Kau tau, aku selalu berueforia ketika kau sempatkan waktu untuk membaca setiap untaian diksi yang kutuliskan untukmu, menikmati pipimu yang berubah merah merona karena tersipu malu,  aku menikmati momen itu. Tidak usah meragu dengan perhatianku yang tak sesuai inginmu, biarku mencinta dan merindu dengan caraku, selagi itu tak mengurangi rasa cinta itu padamu.

Purnama Terakhir

Image
Mereka bilang, takkan ada lagi purnama seperti ini. Ini purnama terakhir. Kamu harus mengabadikan atau menyesal nantinya. Ku berlari ke tepi jalan, sedikit lebih jauh dari kerumunan penikmat purnama terakhir, ada yang menarikku ke sana, serpihan-serpihan purnama yang tertambat di dedaunan, kemudian perlahan membatu, namun masih memancar sinar yang tak kalah indah dengan aslinya. Sebelum membatu, kan kuukir dengan diksi-diksi indah, sengaja tak kurangkai sebagai puisi penuh romantis. Kau tau kenapa? Kuingin biarkan imajinasimu memahami makna dari diksi-diksi itu, Bolehkan? Diammu menandakan setuju. Aku bahagia. Kau boleh menyimpan semua serpihan purnama yang telah membatu itu, Mungkin satu waktu, saat kulupa tentang kisah itu, kenangan, kau bisa ingatkanku lagi. biarku menebak, dan menemukan rasa itu lagi.

Hobi Itu Bernama "Tersesat"

TUHAN, KAU masih di sana??? Maukah KAU mendengarkan curhat-ku, Sebentar saja? Aku lelah menyimpannya, aku juga malu mengungkapkannya pada-MU, tapi itu mengusikku.   Masih ingatkah akan cerita yang pernah kusampaikan pada-MU beberapa waktu yang lalu? Semua berjalan indah, dan kubahagia menerimanya. KAU mengajariku KASIH yang SEJATI lewatnya, juga PENGORBANAN yang TULUS. Namun, ada yang perlu KAU ketahui, maaf aku menyembunyikannya dari-MU, Karena aku takut KAU akan sedih mendengarnya, KAU harus janji takkan memarahiku bila kujujur pada-MU!   Aku menemukan "persimpangan" yang dulu KAU katakan itu, ketika aku memutuskan untuk pergi sendiri tanpa-MU. Jalan mana yang harus kulewati? Aku tersesat.. dan ini bukan yang pertama.   Maukah KAU memelukku walau sebentar saja? Dekap erat aku, itu yang kubutuhkan sekarang! Maaf bila curhatku menyita waktu-MU!   Aku mencintai-MU.