Posts

Showing posts from April, 2021

Absurd

Berubah. Diksi pamungkas yang selalu saja mau menjadi kambing hitam  kala hati diliput sendu, tak lagi sejalan layaknya sepasang kekasih. Perhatian berasa ejekkan. Percakapan yang ramai, berubah sepi bak kuburan. Hampa. Bahagia memilih meninggalkan wajah.  Aku takut, ada banyak hal absurd yang telah kita lakukan bersama, hingga lupa memberi ruang bagi diri sendiri untuk terbang bebas, menikmati kehidupan tanpa kekang,  ikatan, dan entah apa lagi yang ikut menghalang bahagia. Kebosanan kemudian datang mengkudeta, memberi alasan demi alasan untuk mendepak percaya. Ego yang tadinya patuh, turut membangkang, berkhianat,  dan kita pun lupa untuk apa janji dibuat. Inikah akhir yang kita inginkan? Kita masih punya cinta untuk diselamatkan. Mungkin. Tapi siapa yang harus jadi pahlawan? Bodoh. Kita sama-sama angkuh untuk menepuk dada. Memilih pasrah. Mundur. Kecewa tertawa puas. Sudah saatnya melepas. Lupakan. Biarkan menghilang. Tak pantas dikenang. Luka, Perih, Tangis, Pata...

Prahara Cinta

Tuhan, boleh kupinjam hati-Mu dulu? Cinta mulai merapuh. Mengajak resah, sendu, dan perih untuk membenci percaya, tapi jujur menolak serta. Pesonanya kuat menarik, memikat sangat, menipu janji, membunuh setia. Saraf-saraf tak lagi kuat menahan, lelah, pasrah menanti,  mungkin sebentar lagi hancur, luluh lantak dihantam ragu. Mungkinkah ada hati baru yang 'kan Kaucipta untukku? Di dalam sana, di antara rongga-rongga tubuh, asa memberi harap, walau ragu tak ingin melepas, kuat menerjang, menggilas tanpa ampun, tak ada lagi yang tersisa. Sirna. Tuhan, akan kuapakan jujur? atauu... kuhancurkan saja agar tak ada lagi yang menghakimi, melaknat, mencaci, mengutuk penuh benci.