Posts

Showing posts from May, 2020

Doa Si Perindu Surga

Image
Ya Tuhan, masih kenalkah Kau denganku? Ya, aku pendosa itu. mendusta nikmat-MU menodai berkah-MU menyelingkuhi setia-MU aku tersesat dalam kosmos kehidupan kelam yang kucipta Hari ini aku datang menyapa-MU berlutut, meratap memohon ampunan, Indahkan ya Tuhan Ku tak ingin tenggelam dalam pusaran kenistaan, dilaknat neraka jahanam, mati terbakar berlumur dosa Kurindu sabda-MU kurindu surga, Kurindu mahligai-MU berpadu kasih di pelatarannya melantunkan melodi merdu penuh syahdu Dekap aku dengan balutan kasih-MU jadikanku penjaga titah-MU biarkan ku menghamba pada-MU Tuhan, jangan biarkan keprgi sebelum kugenapkan sabda-MU aku, merindu surga-MU 

Sepenggal Cerita Yang Tertunda

Image
Boleh kupinjam ingatanmu?  Ada sepenggal cerita tentang kita yang belum selesai kutulis, aku buntu atau... ceritakan saja inginmu tentang bahagia itu, biar nanti imajinasiku yang mencipta jalan untuk menggapainya. Lupakan diksi-diksi penuh kepelikan, metafora, nahu atau apalah itu, sederhanakan ceritamu, sesederhana inginmu untuk bahagia. Jangan menunda, Jika kau ingin kupercepat bahagiamu, Lihat, jari-jari itu tidak berhenti menari, tak sabaran menanti ucapmu Ayolah, aku menanti!

Tuhan, Jodohku Diatur Warga +62!

Image
P erihal jodoh memang selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, dijadikan bahan gosip jika sedang  ngerumpi dan tidak dibatasi oleh umur, juga pengetahuan. Lihat saja berapa banyak artikel dan buku yang mengupas tuntas tentang jodoh, cara menemukan, memahami, dan menjalani, mengajak ke jenjang pernikahan dan judul lainnya yang bikin "nafsu" para pejuang jodoh untuk membaca artikel tersebut meningkat. Padahal perjalanan cinta masing-masing orang berbeda, jauh dari tips-tips ampuh yang dituliskan di buku dan artikel tersebut. Ada pula yang menghubungkan jodoh dengan mitos yang belum terbukti secara ilmiah, misalnya, duduk di depan pintu atau lahir di tanggal tertentu bisa bikin jodoh makin jauh. Masakan keasinan atau yang berhasil menangkap buket bunga pengantin maka akan segera menikah. Kalaupun terjadi mungkin perbandingannya satu berbanding sekian ribu persen hihi.. Jangan mau percaya dengan mitos, jodohmu diatur Tuhan! Lebih horor lagi jika belum menikah pada...

Senandung Kelinci, Si Laskar Pembebas Keterbelakangan

Guru, profesi yang tidak pernah terlintas dalam pikiran kami, apalagi menggeluti materinya, dijamin bikin jenuh. Bahkan ketika ditanya akan jadi apa kami nanti, tidak sedikit pun jawabannyaa bersinggungan dengan profesi tersebut, kalau pun ada maka si pemilih tersebut akan di- bully . Bagaimana tidak, seorang ahli pertanian yang setiap harinya didoktrin untuk menjadi wirausaha ternama, jika tidak jadi wirausaha, setidaknya bisa membuat perubahan dibidang pertanian, malah memiliki impian menjadi guru, berdiri di depan kelas dengan puluhan mata menatap dan mendengarkan ceramah yang " Wah " dan semua hanya berakhir di dalam kelas, jika ada "dana" maka semua itu akan diwujudnyatakan. Inikah karma bagi kami yang akhirnya terpilih menjadi guru karena mem -bully profesi tersebut atau takdir kami sengaja dibelokan oleh Sang Pencipta Hidup agar kami juga memahami betapa "sakitnya" saat mendidik??? Tidak. Ini panggilan jiwa!. Mereka memilih kami kare...

Hari Pendidikan Nasional : Mengukir Keabadian atau Mati Dini?

Image
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. ―  Pramoedya Ananta Toer. Hari Pendikan Nasional: Mengukir Keabadian atau Mati Dini - Sengaja saya mengutip pernyataan Pramoedya Ananta Toer atau yang lebih dikenal dengan Mas Pram untuk menguji kadar kepekaan terhadap quote tersebut. Jika dibaca kisahnya, Mas Pram tetap menulis walaupun berada di penjara, tulisan-tulisannya pernah jaya pada masanya bahkan hingga sekarang masih " enak " untuk dinikmati. Raganya telah pergi tetapi karyanya (tulisan) masih dapat dinikmati bertahun-tahun, abadi. Menulis menjadi "teror" yang menakutkan bagi sebagian orang Indonesia. Menulis dalam artian ini menurut KKBI yaitu melahirkan/menuangkan pikiran atau perasaan dalam bentuk tulisan yang teratur dan tertata. Alasan sebagian orang ketika mendengar atau diminta untuk menulis, yaitu malas, capek , bingung harus...