Posts

Showing posts from March, 2020

Aku (yang) Sedang Belajar Memanjakanmu

Image
“When I get a little money , I buy books. And if there is any left over, I buy food .” - Desiderius Erasmus. Maaf aku belum bisa memanjakan dirimu dengan masakan hangat yang menggugah selera buatanku sendiri, karena untuk masak saja, aku masih harus banyak belajar resep masakan dari website cookpad.com. Satu hal lagi, jangan cemberut jika satu saat nanti masakan ku tak sesuai seleramu karena menakar garam saja, aku harus meminjam timbangan analitik dari laboratorium sekolah 🤣 Ohyaa.. jika di antara kamu dan aku (hubungan kita) ada barang-barang yang tidak kamu sukai atau milik orang lain yang berserakan di rumahku, sejujurnya, mereka-lah yang telah berjasa membantu memanjakanmu *eeaaaakk.. 😂 Huppy Wiikend.. 😍😍

Tentang Ego

Image
Egois. Kita masih saja peduli dengan diri sendiri. Mencari pembenaran dari setiap kesalahan yang yang dibuat. Ini hidupku. Tidak usah posesif. Berlakulah sewajarnya. Sepi. Setiap topik terasa hambar, tak ada gelak tawa. "Terlalu berat" materinya. Otak terasa beku, tak ada nueron yang mampu menghancurkan kekakuan itu. Kita tidak sedang bermain drama kan? Berpura-pura bahagia, Berpura-pura peduli, Namun, hati menolak dipermainkan. Ragu mulai mengikis percaya. Mendikte akal untuk mengikuti maunya. Menolak iba, walau ada hati lain yang teraniaya. Kamu perlu pundak lain untuk bersandar. Goda hati. Tak apa. Itu hanya sebentar, rayunya lagi. Sedang di balik sana, janji mulai merapuh. Tak setangguh dulu. Mungkin sebentar lagi roboh, hancur dan habis ditiup angin. Tak ada lagi yang bisa dipertahankan. Masih ada. Ego. Bagaimana dengan cinta ? Lupakan! Kembali asing.

Kita #1

Image
Rasanya, kita perlu melupa, walau hanya sebentar, agar kita bisa menghargai waktu saat bersama. Biarkan rindu itu makin bertambah, Biarkan cinta itu makin menjadi, Mungkin saja bisa menampar ego yang selalu kita agungkan, dengan begitu kita tidak lagi saling menyakiti, tapi menjalin cinta dengan dewasa, memaafkan tanpa mengungkit yang lalu. Aku percaya kita bisa, jika kita mau. "Cinta itu dibangun oleh dua orang yang saling berkomitmen kan? bukan aku yang berusaha, sedangkan kamu cuma berdiam diri." Oya, satu lagi, kita punya kehidupan masing-masing. Aku tidak bisa memaksamu untuk menjadi seperti yang kuinginkan, begitu juga sebaliknya. Kita punya kehidupan yang berbeda, dididik dan dibesarkan dari keluarga yang berbeda pula. So, hargailah perbedaan kita. Bukankah berbeda itu indah? Biarkanku bebas melakukan inginku, menggapai impianku, selagi itu tidak menyakitimu. Begitu juga denganmu, aku takkan melarangnya, karena nanti setelah bersamamu, aku tak...