Tentang Ego



Egois.
Kita masih saja peduli dengan diri sendiri. Mencari pembenaran dari setiap kesalahan yang yang dibuat.

Ini hidupku.
Tidak usah posesif. Berlakulah sewajarnya.

Sepi.
Setiap topik terasa hambar, tak ada gelak tawa. "Terlalu berat" materinya. Otak terasa beku, tak ada nueron yang mampu menghancurkan kekakuan itu.

Kita tidak sedang bermain drama kan?
Berpura-pura bahagia,
Berpura-pura peduli,
Namun, hati menolak dipermainkan.

Ragu mulai mengikis percaya.
Mendikte akal untuk mengikuti maunya.
Menolak iba, walau ada hati lain yang teraniaya.

Kamu perlu pundak lain untuk bersandar.
Goda hati.
Tak apa. Itu hanya sebentar, rayunya lagi.
Sedang di balik sana, janji mulai merapuh.
Tak setangguh dulu. Mungkin sebentar lagi roboh, hancur dan habis ditiup angin.

Tak ada lagi yang bisa dipertahankan.
Masih ada. Ego.
Bagaimana dengan cinta ?
Lupakan!

Kembali asing.

Comments

  1. Iss iss iss.. beta yg jadi baper๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahh..
      Ampunnn..
      pelampiasan dari isi otak yg mulai jenuh na kk

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TUHAN Masih Menulis Cerita Cinta

Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Traveling? Why Not?!

Untuk Calon Jodohku

Perihal Cinta

Biografi : Yuhersyani R. Benu

Merindu

Halusinasi

Menggenggam Asa