Menggenggam Asa
Kita hanya perlu melupa bahwa rasa itu pernah ada.
Ikhlas melepas walau hati tak rela.
kita memang sengaja ditakdirkan untuk bersama mencipta kenangan,
tapi tidak untuk bersama berbagi cinta.
Cinta memang licik.
Sengaja menghadirkan asa,
namun menolak dipersatukan.
walau hati mendamba,
berharap sangat agar tetap tinggal.
Tak usah merisau.
Ini hanya sebentar,
semoga nanti, dibalik dada ini,
hati ini menemukan cinta tulus itu,
yang tak lagi membawa harapan yang tak pasti.
Semoga!
Comments
Post a Comment