Posts

Showing posts from August, 2019

Dilema

TUHAN, KAU tau tidak? Hal yang membuatku jadi gemas saat bertemu dengan-MU? KAU selalu mengingatkan saat aku tidak menjadi diriku. Kenapa? Seharusnya aku syukuri kan? Ya, benar! Bayangkan, Ketika amarahku sedang mengebu-gebu, KAU tenangkanku dengan firman-MU Saat hatiku diliputi kepahitan dan niat untuk balas dendam, KAU menegurku dengan pengampunan-MU. Saat aku mengagung-agungkan egoku,  KAU mengingatkanku akan pentingnya kerendahan hati. Ketika aku mulai capek untuk peduli, KAU ajarkanku tentang kasih. TUHAN, tidak bisakah sejenak kumiliki sifat-sifat duniawi itu? Ingin kutunjukkan bahwa aku pun bisa marah, menjadi egois, sombong dan tak beradab. Aku capek TUHAN. Namun, bila KAU ijinkan untuk melakukannya, jangan biarkan ku tersesat di jalan yang kucipta, yang bukan ingin-MU.

Keluargaku Merindukanmu..

Untukmu yang masih dirindukan keluargaku, apa kabarmu? Masih ingatkah dirimu akan aku yang sudah tak lagi menjadi bagian darimu? Ah, bodoh! Tak pantas lagi kutanyakan hal itu. Tidak. Aku tidak ingin mengingatkanmu tentang kita, namun, keluargaku selalu menanyakan dirimu yang tak lagi memberi kabar.  Ini salahku, terlalu takut menjelaskan tentang 'kita" yang tak lagi bersama. Aku memahami keadaan keluargaku yang masih merindumu. Bagaimana bisa mereka melupakanmu? Kau mampu melawan kekakuan di depan mereka yang sebelumnya hanya kau kenal dari ceritaku?  Ya, kau mampu merebut hati mereka, kau mampu menjadi bagian dari hidup mereka.  Hadirmu mampu menyatukan perbedaan antara kita, keluarga kita, keluargaku. Tahukah kau? Aku selalu berhasil menjadi aktor di depan mereka, menceritakan semua tentang kita, meyakinkan bahwa kita sedang baik-baik saja, sedang di dalam sana, hatiku memberontak, mengumpat, mencerca diriku sesukanya yang tak mampu menghapus rasa tentang kita....

Misteri

Image
Kau masih saja berdiri di sana dengan wajah Pantai Ujung Pandaran - Kalteng yang penuh kepedihan menanti empati Bodoh! Bahagiakah kau dengan membiarkan dirimu didera oleh pilu? Sedang egomu kau genggam erat, dan di dalam sana, hatimu menuntut bebas