Dilema
TUHAN, KAU tau tidak? Hal yang membuatku jadi gemas saat bertemu dengan-MU? KAU selalu mengingatkan saat aku tidak menjadi diriku. Kenapa? Seharusnya aku syukuri kan? Ya, benar! Bayangkan, Ketika amarahku sedang mengebu-gebu, KAU tenangkanku dengan firman-MU Saat hatiku diliputi kepahitan dan niat untuk balas dendam, KAU menegurku dengan pengampunan-MU. Saat aku mengagung-agungkan egoku, KAU mengingatkanku akan pentingnya kerendahan hati. Ketika aku mulai capek untuk peduli, KAU ajarkanku tentang kasih. TUHAN, tidak bisakah sejenak kumiliki sifat-sifat duniawi itu? Ingin kutunjukkan bahwa aku pun bisa marah, menjadi egois, sombong dan tak beradab. Aku capek TUHAN. Namun, bila KAU ijinkan untuk melakukannya, jangan biarkan ku tersesat di jalan yang kucipta, yang bukan ingin-MU.