Keluargaku Merindukanmu..
Untukmu yang masih dirindukan keluargaku,
apa kabarmu?
Masih ingatkah dirimu akan aku yang sudah tak lagi menjadi bagian darimu?
Ah, bodoh! Tak pantas lagi kutanyakan hal itu.
Tidak. Aku tidak ingin mengingatkanmu tentang kita, namun, keluargaku selalu menanyakan dirimu yang tak lagi memberi kabar. Ini salahku, terlalu takut menjelaskan tentang 'kita" yang tak lagi bersama.
Aku memahami keadaan keluargaku yang masih merindumu. Bagaimana bisa mereka melupakanmu? Kau mampu melawan kekakuan di depan mereka yang sebelumnya hanya kau kenal dari ceritaku? Ya, kau mampu merebut hati mereka, kau mampu menjadi bagian dari hidup mereka. Hadirmu mampu menyatukan perbedaan antara kita, keluarga kita, keluargaku.
Tahukah kau? Aku selalu berhasil menjadi aktor di depan mereka, menceritakan semua tentang kita, meyakinkan bahwa kita sedang baik-baik saja, sedang di dalam sana, hatiku memberontak, mengumpat, mencerca diriku sesukanya yang tak mampu menghapus rasa tentang kita. Lagi, kuharus berkata, bodoh!
Kamu yang masih kurindu, aku bersyukur untuk kenangan yang pernah kita buat bersama di belakang sana, biarlah itu menjadi cerita pengantar tidurku bahwa pernah kumiliki dirimu.
Baca Juga : Untukmu Yang Pernah Kupanggil "Kekasih"
Teruntuk keluargaku, akan kusampaikan rindu kalian padanya,
Dia tak lagi bersamaku. Maaf, aku belum bisa menjadi seorang pejuang cinta yang baik.
Aku, lelaki yang pernah melepas egonya demi wanita yang dicintainya!
apa kabarmu?
Masih ingatkah dirimu akan aku yang sudah tak lagi menjadi bagian darimu?
Ah, bodoh! Tak pantas lagi kutanyakan hal itu.
Tidak. Aku tidak ingin mengingatkanmu tentang kita, namun, keluargaku selalu menanyakan dirimu yang tak lagi memberi kabar. Ini salahku, terlalu takut menjelaskan tentang 'kita" yang tak lagi bersama.
Aku memahami keadaan keluargaku yang masih merindumu. Bagaimana bisa mereka melupakanmu? Kau mampu melawan kekakuan di depan mereka yang sebelumnya hanya kau kenal dari ceritaku? Ya, kau mampu merebut hati mereka, kau mampu menjadi bagian dari hidup mereka. Hadirmu mampu menyatukan perbedaan antara kita, keluarga kita, keluargaku.
Tahukah kau? Aku selalu berhasil menjadi aktor di depan mereka, menceritakan semua tentang kita, meyakinkan bahwa kita sedang baik-baik saja, sedang di dalam sana, hatiku memberontak, mengumpat, mencerca diriku sesukanya yang tak mampu menghapus rasa tentang kita. Lagi, kuharus berkata, bodoh!
Kamu yang masih kurindu, aku bersyukur untuk kenangan yang pernah kita buat bersama di belakang sana, biarlah itu menjadi cerita pengantar tidurku bahwa pernah kumiliki dirimu.
Baca Juga : Untukmu Yang Pernah Kupanggil "Kekasih"
Teruntuk keluargaku, akan kusampaikan rindu kalian padanya,
Dia tak lagi bersamaku. Maaf, aku belum bisa menjadi seorang pejuang cinta yang baik.
Aku, lelaki yang pernah melepas egonya demi wanita yang dicintainya!
Comments
Post a Comment