Tiga Tahun Empat Bulan
"My Dear Angel, apa kabar? Maaf sering mengabaikanmu. Ada banyak kerjaan yang harus kuselesaikan, so, aku tidak sempat menyapamu, walau pun separuh kerjaanku cuma rebahan :) Mf! Tapi.. tidak usah risau, kamu tetap yang terbaik untukku". Satu jam berlalu dan aku masih setia menulis "semua beban" yang bikin sesak di dada. "My Dear Angel" begitu panggilanku untuk diary kesayangan yang sudah menyimpan ratusan curahan hati. Untungnya dia bukan manusia, kalau tidak, semua rahasiaku sudah dibongkarnya, apalagi aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan HP. Hari ini, entah apa yang kurasa, tiba-tiba ingin sekali menuliskannya di diary yang kelihatannya sudah berumur, itu tampak dari sampulnya yang mulai lusuh dan sobek tapi aku belum berniat menggantinya. "Entahlah.." Gumamku dalam hati sambil membuka lembaran diary di tahun sebelumnya. Sesekali kutersenyum ketika membaca curhatannya, berasa tidak percaya karena mampu merangkai kalimat-kali...