Kita Hanya Berjarak Tujuh Ratus Kilometer
Hei, ini hari pertama kita bertemu, benar-benar ketemu secara fisik setelah 3 tahun sebelumnya kita berikrar untuk menjalin hubungan. Kamu tau, ini momen paling bahagia dari semua momen saat bersamamu, karena bisa merealisasikan untuk bertemu denganmu, juga keluargamu. Kamu masih ingat, 7 bulan lalu kita sepakat untuk bertemu, tapi sayang, semesta tak mendukung, kita saling diam, mengutuk waktu, dan juga membenci diri sendiri karena bertekuk lutut pada keputusan yang mungkin saja bisa kita ubah. Ahh, lupakan. Kita sudah bersama, dan aku bahagia karena bisa menikmati pipimu yang merona merah atau tertunduk malu saat kutatap. Oya, kamu tau kenapa kubilang ini momen yang paling bahagia? Bayangkan, semua rencana sudah kusiapkan sebaik mungkin, dan yakin takkan ada yang mampu menghentikannya, tapi lagi, semesta kembali menguji. Aku tersenyum, tertawa puas mengingat perjuanganku untuk datang menemuimu. Aku bangga. Aku menang atas ujian itu. Perjalanan yang bisa ditempuh sehari, harus berubah...