Prahara Cinta
Tuhan, boleh kupinjam hati-Mu dulu?
Cinta mulai merapuh.
Mengajak resah, sendu, dan perih untuk membenci percaya,
tapi jujur menolak serta.
Pesonanya kuat menarik, memikat sangat,
menipu janji, membunuh setia.
Saraf-saraf tak lagi kuat menahan, lelah, pasrah menanti,
mungkin sebentar lagi hancur, luluh lantak dihantam ragu.
Mungkinkah ada hati baru yang 'kan Kaucipta untukku?
Di dalam sana, di antara rongga-rongga tubuh,
asa memberi harap, walau ragu tak ingin melepas,
kuat menerjang, menggilas tanpa ampun,
tak ada lagi yang tersisa. Sirna.
Tuhan, akan kuapakan jujur?
atauu... kuhancurkan saja agar tak ada lagi yang menghakimi,
melaknat, mencaci, mengutuk penuh benci.
Comments
Post a Comment