Berhenti di Sini

Cinta kembali merapuh.

Mungkin kali ini akan terus merapuh,

Tak terselamatkan.


Dulu begitu menggebu,

Tidak peduli seberapa mengerikan halangannya,

Cinta menguatkan,

Memberi harapan bahwa ada jalan di depan sana,

Tak perlu meragu.


Pudar.

Iya, cahayanya memudar. Tak kelihatan lagi apa yang hendak diraih.

Cinta itu mulai terkikis.


Ini kah akhirnya?


Tidak. Cinta harus tetap ada.

Aku yang salah.

Aku yang salah menafsirkan cinta.

Aku yang gegabah menempatkannya.

Aku yang memaksa cinta ketika dia ingin rehat.


Biar aku yang menghilang, jangan cinta.

Masih ada ruang-ruang kosong di luar sana yang perlu disinari.


..tapi aku, cukup. Aku berhenti di sini.

Comments

Popular posts from this blog

TUHAN Masih Menulis Cerita Cinta

Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Traveling? Why Not?!

Untuk Calon Jodohku

Perihal Cinta

Biografi : Yuhersyani R. Benu

Merindu

Halusinasi

Menggenggam Asa