Simpang Siur

 Merindu jalan-Mu, tapi bukan jalan ini yang hendak kulalui, Tuhan

Jika harus memilih, aku ingin marah.

Persetan dengan semua orang, aku tidak peduli.

Toh, mereka juga tidak pernah memahami keadaanku.

 

Aku hanya berpura-pura mengenal-Mu

Itu yang kuceritakan pada mereka,

walaupun dalam hati, kusadar bahwa itu adalah sebagian kecil cerita tentang diriku yang sedang berjuang untuk mengenal Engkau,

Memahami cerita-Mu dalam hidupku,

Menerima takdir yang sedang Kau cipta.

 

Aku tidak pernah sesedih ini ketika menerima tantangan dari-Mu,

Tapi bukan tantangan seperti ini yang kumau Tuhan.

Aku masih belum yakin dengan diriku

Masih banyak yang harus kuperbaiki.

Di sela-sela melayani-Mu saja, aku masih sempat menepuk dada,

Menggaungkan ke dunia bahwa aku hebat.

Aku lupa siapa diriku sebenarnya.

Hanya debu yang langsung menghilang saat ditiup angin.

… atau, jangan-jangan sudah terlalu lama Engkau menungguku kembali,

Terlalu lama menunggu komitmenku yang tak kunjung terucap?!

 

Tuhan, aku takut pada diriku sendiri.

Ekspektasiku terlalu tinggi untuk diriku sendiri,

Aku meragukan diriku,

Aku gentar,

Aku tidak sanggup.

 

Simpang siur perasaanku, Tuhan.

Ahhh..

 

Mungkin ini dulu yang perlu Kau tahu dari isi hatiku.

Besok, lusa atau mungkin sebentar lagi, aku akan kembali dengan perasaan lain.

Entah sendu, bahagia, atau masih diliputi rasa bimbang, takut dan tak sanggup.

Kan kucurhati semua, biar lega hati dan pikiran ini.

 

Tolong, jangan mengabaikan curahan hati ini, Tuhan.

Aku memohon.

Comments

Popular posts from this blog

TUHAN Masih Menulis Cerita Cinta

Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Traveling? Why Not?!

Untuk Calon Jodohku

Perihal Cinta

Biografi : Yuhersyani R. Benu

Merindu

Halusinasi

Menggenggam Asa