Jejak

2/365

Terlelap.
Sekejap kuterlelap,
tapi tidak merusak ingatanku tentang kita.
Tentang arah yang sedang kita tempuh.

Aku ingat, tadi.. kusempat meragu untuk maju.
Ingin kuubah haluan dan berharap ada penunjuk jalan lain yang kutemui.
Mungkin saja lebih mudah untuk dijalani dan membawa pada tujuan yang sesuai inginku.

Aku juga tahu, ini belum terlambat untuk mengubah alurnya, tapi ini sudah setengah perjalanan.
Bukan, bukan setengah, tapi hampir tiba di tujuan,
aku sudah memilihnya, dan ini harus kuakhiri.

Kau benar. Kita harus lebih banyak memantapkan hati jika ingin melangkah,
agar dapat mengukur seberapa jauh kita berjalan,
agar jejak-jejak kaki yang ditinggalkan tidak cepat raib dilahap penyesalan.

Semakin kita yakin, semakin mudah perjalanannya, 'kan?!

Berikan tanganmu untuk kugenggam,
agar kuyakin, kutak sendiri di jalan ini.


*Nusapati, 2 Januari 2023.

Comments

Popular posts from this blog

TUHAN Masih Menulis Cerita Cinta

Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Traveling? Why Not?!

Untuk Calon Jodohku

Perihal Cinta

Biografi : Yuhersyani R. Benu

Merindu

Halusinasi

Menggenggam Asa