Ketika cintamu diabaikan, tak berbalas, tak dianggap, Pergilah! Tuhan pun tak ingin melihatmu tersesat dalam cinta palsu. DIA sudah menyediakan cinta yang berkualitas untukmu. Percayalah. TUHAN tidak pernah gagal dalam menciptakan cinta, DIA masih menulis cerita cinta untukmu.😊
Akar Cinta - Jalur Pendakian G. Prau via Dieng Hai kamu, apa kabarmu di sana? Maaf jika tulisanku sering mengusik bahagiamu. Aku janji takkan mengingatkanmu tentang kenangan kita, karena kita sudah sepakat bahwa itu telah berlalu, walaupun separuh dari kenangan manis itu susah untuk kuhapus. Kamu, yang dulu pernah kusayang.. Maaf jika sering kudatangi dirimu dengan tulisan seperti ini, aku tidak akan menghakimimu dengan tulisanku, karena sudah cukup bagiku menyiksa diri ini dengan segala kepahitan, kekecewaan, yang semua itu memenjarakan, membelengguku untuk terus hidup di masa lalu, dan aku dibuat tersiksa oleh itu!. Sejenak melihat ke belakang, aku meratapi hubungan kita yang harus berakhir. Aku menyesali keputusan yang pernah kubuat untuk mencintaimu, namun, aku sadar, aku yang memilihmu, dan aku juga harus siap menanggung setiap konsekuensinya. Kamu benar, aku bisa memberikan kenyaman, tapi sayang, kita berbeda. Seperti katamu, seandainya kita "sama", mungk...
Pos Pendakian Gunung Prau via Dieng Penghargaan apa yang diberikan pada diri kalian ketika telah menyelesaiakan satu pekerjaan dalam jangka waktu tertentu? Kado? Tidur? Jalan-jalan? atau bahkan tidak ada penghargaan sama sekali terhadap diri sendiri? ohh sad! ☹ Menurut hasil baca, untuk meningkatkan produktivitas kerja, maka kita perlu merayakan keberhasilan dari target pekerjaan yang telah kita capai. Benar satunya yaitu dengan jalan-jalan, traveling. Siapa sih yang tidak ingin traveling? Saya sih "Yes", mau sangat ketika ditawarin wkwk.. a palagi itu sudah menjadi gaya hidup, kegiatan rutin setiap tahunnya. View Dieng saat perjalanan menuju G. Prau Libur semester kemarin, saya dan salah satu teman guru (guru tu profesi paling menjanjikan karena banyak liburnya😜) membuat jadwal dadakan untuk mendaki Gunung Prau di Jawa Tengah, alasannya sederhana, ada embun salju di Dieng yang lagi viral waktu itu😍 Tidak pernah terbayang bisa sampai d...
Hai kamu, Iya calon jodohku. Apa kabarmu? Oyaa.. Ini hari ketiga di tahun dan bulan yang baru. Sengaja tidak kuceritakan tentang kita diawal. Kamu tau kenapa? Ahh, tidak. Aku takkan mengeluarkan gombalan terbaikku, karena kutahu kamu akan berpura-pura ingin muntah ketika mendengarnya 😊 Sejujurnya, aku sedang bercerita pada TUHAN meminta petunjuk dan bimbingan-NYA untuk menjalani hubungan kita, sebelum nanti kuceritakan pada dunia. Untuk calon jodohku, Maaf jika sampai saat ini aku belum bisa menemuimu, bukannya aku meragukanmu, bukan juga karena jarak, tapi aku ingin memantapkan hati ini bahwa aku benar mencintaimu dengan ketulusan bukan karena terpaksa atau karena takut akan kesepian. Satu hal yang harus kamu tau, aku selalu berdoa pada Sang Pencipta Cinta agar kita segera dipertemukan, mematahkan anggapan dari semua orang yang meragukan kesetiaan cinta kita. Maukah kau meng-aminkannya, sayang? Yup! Aku senang mendengarnya. 😊
Kata orang, setiap kita diberikan jatah tiga cinta yang tulus. Pertama , cinta yang tulus itu datang di saat usia kita masih terlalu muda, masih belum paham dengan arti cinta yang tulus tersebut. Kedua , cinta yang tulus itu datang di saat kita meyakini bahwa seseorang yang kita cintai tersebut adalah jodoh kita, seseorang yang akan mendampingi, dan menghabiskan hari-harinya bersama kita. Bersamanya kita rela berjuang, melewati berbagai kesulitan, menentang perbedaan dan semua kebodohan. Namun, tidak berakhir dengan happy ending . Ketiga , cinta tulus ini datang saat kita tak lagi mengharapkan untuk dicintai, tidak memikirkan dengan siapa diri kita akan menjalani hari-hari, saat kita sudah melupakan semua aturan tentang pasangan hidup, menjalani kehidupan dengan ikhlas dan berpasrah pada Sang Perangkai Cinta. Tiba-tiba sebaris pertanyaan terlintas dalam pikiran, "Sudah berapa cinta tulus yang kamu habiskan, Syani?" Entah. Saya pun tidak bisa memastikan berapa lagi cint...
"Jika nama Anda sudah ada di mesin pencari Google, maka Anda sudah terkenal." Itu adalah pernyataan dari dosen saya waktu masih kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Herminarto Sofyan. Dosen yang sangat berwibawa dan penyayang dengan rekam jejak yang membanggakan. Beliau sengaja mengatakan demikian untuk memotivasi saya dan teman-teman untuk mempublikasi karya-karya kami, entah buku, artikel dan tulisan lainnya ketika sudah bergelut di bidang pendidikan, yang tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kemampuan menulis serta membaca dan pastinya mengangkat derajat guru serta merubah minat baca masyarakat Indonesia yang masih "kritis". Cara berpikir saya perlahan diubah oleh pernyataan tersebut. Puisi kacangan, cerpen melankolis yang baru setengah perjalanan kemudian mentok karena minus ide, sampai tulisan dalam bentuk artikel yang belum teratur konsepnya, coba saya buat. Semua itu terlihat masih amatiran tetapi setidaknya, saya sudah memulainya dan mengg...
"Apa yang akan kau lakukan saat mengingatku??", tanyamu. "Aku akan memandang bintang, karena kutau kau menyukainya dan berharap kita dapat memandang bintang yang sama." Jawabku sambil memandang sekumpulan burung laut yang bergegas pulang, berharap secepatnya melepas rindu dengan keluarganya. "Itu bukan satu dari sekian gombalanmu,kan?" balasmu yang selalu tak percaya dengan setiap ucapan yang keluar dari mulutku. "Apa aku harus menyebut nama Tuhan, untuk meyakinkanmu bahwa aku selalu merindumu?" "Tidak. Aku sudah terlalu sering mendengar pujianmu, takutku, itu takkan bertahan. Tapi, percayalah, aku menyukai jawabanmu. Lupakan."
Ijinkan aku mengingatmu sebentar saja, Mungkin dengan begitu bisa menghapus rindu ini, yang tak pernah berbalas. Kamu tidak perlu mengabulkan pintaku, Karena tanpa meminta pun, ingatanku akan dirimu sudah memenuhi setiap neuron dalam otakku. Bodoh! Aku tak seharusnya mengingatmu, Tidak. Aku memang sengaja mengingatmu untuk lebih cepat melupakanmu. Aku merindumu? Tidak. Aku hanya sedang berhalusinasi. Lupakan!
Kita hanya perlu melupa bahwa rasa itu pernah ada. Ikhlas melepas walau hati tak rela. kita memang sengaja ditakdirkan untuk bersama mencipta kenangan, tapi tidak untuk bersama berbagi cinta. Cinta memang licik. Sengaja menghadirkan asa, namun menolak dipersatukan. walau hati mendamba, berharap sangat agar tetap tinggal. Tak usah merisau. Ini hanya sebentar, semoga nanti, dibalik dada ini, hati ini menemukan cinta tulus itu, yang tak lagi membawa harapan yang tak pasti. Semoga!
Eaaaa...
ReplyDeleteSemangat menulis & menginspirasi💪🏼