Risalah Merindu



Katamu, aku tak pandai merindu, juga egois,
membiarkan dirimu dilanda kangen,
juga tak membalas perhatianmu.

Anggap saja kau benar,
ku tak ingin ada perdebatan tentang itu.
Lagi pula, setiap alasanku takkan mampu meredakan bantahanmu

Sejujurnya, aku merindumu, selalu.
tapi aku terlalu malu untuk mengatakannya.
aku lebih suka memakai metafora atau diksi untuk menerjemahkan rinduku.

Kau tau, aku selalu berueforia ketika kau sempatkan waktu untuk membaca setiap untaian diksi yang kutuliskan untukmu,
menikmati pipimu yang berubah merah merona karena tersipu malu, 
aku menikmati momen itu.

Tidak usah meragu dengan perhatianku yang tak sesuai inginmu,
biarku mencinta dan merindu dengan caraku,
selagi itu tak mengurangi rasa cinta itu padamu.

Comments

  1. Replies
    1. Astagaaa..
      B baru loti na kalo kk ada komen πŸ˜‚πŸ˜‚

      Rindu segalanya kk πŸ˜‚

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TUHAN Masih Menulis Cerita Cinta

Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Traveling? Why Not?!

Untuk Calon Jodohku

Perihal Cinta

Biografi : Yuhersyani R. Benu

Merindu

Halusinasi

Menggenggam Asa