(BUKU) Disforia Inersia
"You've got a broken heart, Not a broken life. A broken dream, but never a broken future."
Beberapa hari lalu sempat viral di medsos, video tentang seorang lelaki yang ditinggal nikah padahal pacarannya sudah 11 tahun. Whaaat ?? itu pacaran ato kredit rumah? eh, anak baik tidak boleh membully
Pertanyaannya, bagaimana kalian menata hati setelah patah hati ato ditinggal nikah seperti cerita di atas? Meratapi hubungan, tinggal dalam masa lalu ato bunuh diri (jangan!)??
Setiap orang punya metode tersendiri untuk menyembuhkan luka di hati, terlepas dari lama ato cepatnya penyembuhan tersebut, namun wajib sembuh & tidak boleh terlalu lama meratapinya (Widiihh, bijaknya).
Bicara soal patah hati, mas Wira Nagara juga punya cerita (berdasarkan buku ini - Disforia Inersia). Dia menulis tentang dirinya yang mulanya cuma jadi secret admirer kemudian berubah menjadi the real admirer, ajak kencan, jalan bareng, saling menguatkan & semua hal mainstream yang dilakukan saat pacaran, namun sayang, tetiba ada undangan nikah atas nama si cewek. sad ending. Ohhh..
Susah move on, sedih, galau, benci, dendam, namun senyum sendiri saat mengingat kenangan bersamanya, kemudian baper lagi? Iya, pasti. Itu hubungan yang tidak diinginkan, tapi semuanya sudah berakhir, tidak ada lagi kata kita, tp aku dan kamu. Tapi, sekuat sesakit apapun, setragis apapun hubungan itu, mau & wajib mau harus belajar ikhlas & meyakinkan diri bahwa jodoh terbaik akan datang di akhir setiap cerita (seperti cerita superhero).
Aduhh.. kenapa ikutan baper? Berasa punya cerita yang sama ni wkwk..
Sudah ahh.. nanti makin banyak curhat. Intinya, buku ini keren. Mengajak ke masa lalu, tapi harus ingat untuk move on!
1 lagi pesannya, "Hati kamu yang "hancur" bukan masa depan & kehidupan kamu !"
Selamat move on & selamat menemukan jodoh terbaik!

Comments
Post a Comment