Untuk Calon Ibu Mertuaku..

Ibu,
Apa kabarmu hari ini?
Maaf bila selama ini engkau hanya mengenalku via media sosial, aku yang kadang mengganggu kerjamu di saat kau sedang sibuk mengurus anak didikmu, mengusikmu ketika kau sedang ingin melepas lelah bersama anak-anakmu di rumah. aku yang selalu bertanya hal-hal konyol yang seharusnya tidak penting untuk ditanyakan, aku yang selalu berusaha mengakrabkan diri dengan keluargamu.

Ibu,
Aku ingin jujur padamu. Maaf bila pernyataanku nanti membuatmu terkejut, tidak percaya dan bahkan membenciku, tetapi aku sudah siap menerima apapun reaksimu padaku.
Ibu,
Sebenarnya aku bukan hanya sebatas teman anak gadismu, tetapi lebih dari itu. Aku kekasihnya. Anak gadismu mungkin pernah memberitahu hal ini padamu tetapi dia terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya.

Sejak pertama kali mengenalnya, aku telah menaruh hati padanya. Jiwaku telah terpikat olehnya. Maaf jika selama ini, anak gadismu dan aku menutupinya darimu. Kami hanya tidak ingin melihatmu sedih mendengarnya, tetapi kami juga ingin hubungan kami direstui. Bukankah bahagia kami adalah bahagiamu juga, ibu??

Ibu,
Ijinkanlah aku mencintai anakmu, menjaga, dan merawatnya walaupun itu tak sesempurna yang kau lakukan tetapi setidaknya itu sedikit mengurangi bebanmu.
Aku tahu, kau akan sangat sedih melepaskannya. Bagaimana mungkin kau melepasnya begitu saja?? Kaulah yang menjaganya selama 9 bulan dalam kandunganmu, menyanyikan lagu indah untuknya hingga tertidur, mengajarkan cara mencintai, peduli dan menyembah Tuhan dengan benar. Itu tidak mudah bagimu untuk membiarkannya pergi dan melupakan dalam waktu semalam.

Ibu,
Aku janji akan selalu menyayangi anak gadismu sebagaimana kau mengasihinya. Ijinkan kami mengarungi dunia ini bersama seperti Ibumu mengijinkan engkau bersama pujaan hatimu dulu. Aku janji akan membahagiakannya, menjadi imam yang membawanya mengenal Tuhan dan meluruskan jalannya ke sorga.

Hanya satu pesanku untukmu, ibu, jangan kau lupakan kami dalam sujud doamu, karena doamu itu yang menguatkan kami, doamu itu yang membuat kami menjadi seperti sekarang.

Ibu,
Maukah kau kau mengatakan "Ya" dan merestui hubungan kami???
Maaf atas kelacanganku memberitahukan yang sebenarnya padamu.

Lelaki dari anak gadismu yang manja.

Koleksi Pribadi. @Pantai Wini - NTT

Comments

Popular posts from this blog

TUHAN Masih Menulis Cerita Cinta

Untukmu yang Pernah Kupanggil "Kekasih"

Traveling? Why Not?!

Untuk Calon Jodohku

Perihal Cinta

Biografi : Yuhersyani R. Benu

Merindu

Halusinasi

Menggenggam Asa