Metamorfosis
Entah diksi apa yang tepat untuk mengungkapkan rasa yang mendera di dada ketika bisa mengungkapkan semua itu dalam tulisan, yang sekian lama terpenjara, dan menjadi hantu bernilai.
Enam tahun lebih setelah menerima gelar akademik dan berjibaku dalam dunia kerja serta membuat blog ini, saya kemudian menghilang, tak ada aktivitas yang terlihat dari blog ini. Seandainya blog ini manusia pasti dia akan meledak karena terabaikan, dan memutuskan untuk memilih user lain. Sayang, dia lebih memilih setia, seperti halnya saya yang setia memendam ide yang menuntut untuk disalurkan :D
Alasan apa yang layak untuk saya gunakan sebagai pengalihan isu karena mengabaikan ide-ide yang menuntut diperhatikan. Sibuk? Tidak juga. Saya masih bisa meluangkan banyak waktu untuk keluarga, sahabat dan hobi yang lain.
Malas? Masih tidak juga. Saya selalu bersemangat menulis curhatan singkat di diary elektronik. Tetapi kenapa bukan di blog? Argh, entahlah. Lupakan semua alasan yang dapat mememenjarakan lagi untuk memulai menulis di blog ;) Sekarang saatnya saya meneriakan kebebasan.
Benar, kebebasan untuk menularkan ide dan semua rasa yang terus menumpuk tanpa ada tempat untuk disalurkan. Saya menyadari bahwa walaupun tulisan-tulisan saya nantinya masih berisi ide "kacangan" dan curahan hati tapi saya telah memulainya, menginventarisasi setiap momen indah, dan luka dalam setiap kata-kata, daripada membiarkannya raib dan tak berbekas, serta tak ada yang bisa diceritakan pada anak dan cucu saya.
Akhir dari penyesalan, saya berharap, semoga saya terus bersemangat menulis di saat apapun keadaan yang saya alami, seperti judul tulisan yang saya pilih, "Metamorfosis".
Comments
Post a Comment