Perihal Cinta
Kata orang, setiap kita diberikan jatah tiga cinta yang tulus. Pertama, cinta yang tulus itu datang di saat usia kita masih terlalu muda, masih belum paham dengan arti cinta yang tulus tersebut.
Kedua, cinta yang tulus itu datang di saat kita meyakini bahwa seseorang yang kita cintai tersebut adalah jodoh kita, seseorang yang akan mendampingi, dan menghabiskan hari-harinya bersama kita.
Bersamanya kita rela berjuang, melewati berbagai kesulitan, menentang perbedaan dan semua kebodohan. Namun, tidak berakhir dengan happy ending.
Ketiga, cinta tulus ini datang saat kita tak lagi mengharapkan untuk dicintai, tidak memikirkan dengan siapa diri kita akan menjalani hari-hari, saat kita sudah melupakan semua aturan tentang pasangan hidup, menjalani kehidupan dengan ikhlas dan berpasrah pada Sang Perangkai Cinta.
Tiba-tiba sebaris pertanyaan terlintas dalam pikiran, "Sudah berapa cinta tulus yang kamu habiskan, Syani?" Entah. Saya pun tidak bisa memastikan berapa lagi cinta tulus yang masih tersisa, sudah terlalu banyak cinta yang dihabiskan dengan sia-sia, berkorban untuk sesuatu yang tak pasti, membohongi diri saat hati merintih kesakitan, dan dikekang oleh kepalsuan.
Sudahlah. Hidup tidak selamanya tentang masa lalu, kita memang sengaja ditakdirkan untuk bertemu orang-orang baik untuk menguji perasaan kita, tapi tidak harus menjadi pasangan hidup.
Kenapa? karena dengan begitu, kita lebih menghargai cinta, memahami pengorbanan yang tulus, mengasihi tanpa menuntut, dan memaafkan tanpa mengungkit yang telah terjadi, serta bisa menerima kekurangan.
Tidak ada lagi yang akan dipelajari ketika semua sudah sempurna, takkan ada cerita baru yang tercipta, takkan ada yang meminta saran darimu ketika tantangan mendatangi kehidupan mereka.
So, tidak usah merisau jika hingga saat ini kamu belum menemukan cinta sejatimu, toh, jika berjodoh, Tuhan dan semesta pun akan mengijinkanmu bertemu dengannya, dalam keadaan apapun kamu. Percayalah, Tuhan itu Sutradara Cinta terbaik.
Selamat menjalani kehidupan asmaramu, dan selamat mendoakan, serta menantikan jodoh yang dari-Nya! π
Comments
Post a Comment